Makna kata
{ مَلِكٗاۚ } Malikan: Pemimpin yang memimpin baik dalam keadaan aman maupun berkecamuk perang.
{ أَنَّىٰ يَكُونُ } Annâ yakûnu: Pertanyaan untuk pengingkaran yang bermakna,”Bagaimana mungkin ia bisa menjadi raja?”
{ ٱصۡطَفَىٰهُ } Ishthofâhu: Mengutamakannya atas kalian dan memilihnya untuk kalian
{ بَسۡطَةٗ فِي ٱلۡجِسۡمِۖ } Basthotan fil jism: tubuh yang tinggi dan menang dari yang lain.
Makna ayat
Adapun ayat yang kedua (247) mengandung penolakan para pemuka Bani Israil atas terpilihnya Thalut sebagai pemimpin mereka hanya karena ia seorang miskin dari keluarga yang tidak terpandang. Bahwa para pemuka itu lebih berhak untuk menyandang kedudukan itu dibandingkan Thalut. Maka nabi mereka menolak alasan itu sebagaimana disebutkan dalam firman Nya;
”Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya imu yang luas dan tubuh yang perkasa. Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian Nya lagi Maha mengetahui.”
Dan inilah perkataan para pembesar yang dijawab oleh Nabi Syamuel;
“Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak.”
Seolah-olah mereka menolak bahwa Allah Ta’ala telah memilih Thalut, memberikan keutamaan padanya dibandingkan mereka dan memberikannya kekuasaan serta memberikan tambahan ilmu dan fisik yang kuat. Kepemimpinan dalam perang bertumpu pada luasnya ilmu dan kekuatan fisik, serta kesempurnaan indera dan keberaniaan akal dan hati. Mereka meminta seperti kebiasaannya Bani Israil yang suka mencari-cari kesahan. Mereka meminta bukti yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar telah memilihnya untuk memimpin mereka, maka nabi mereka mengatakan sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.