Makna Ayat
Menurut Ibnu Jarir, keduanya bermaksud, "Jadikanlah kami orang yang tunduk kepada perintah-Mu dan patuh dalam ketaatan kepada-Mu. Dalam taat kami kepada-Mu, kami tidak akan mempersekutukan Engkau dengan seorang pun selain Engkau sendiri, dan tidak pula dalam beribadah kepada-Mu mempersekutukan-Mu dengan seorang pun selain Engkau sendiri."
Takwil Ayat
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Raja' ibnu Hibban Al-Husaini Al-Qurasyi, telah menceritakan kepada kami Ma'qal ibnu Abdullah, dari Abdul Karim sehubungan dengan takwil firman-Nya: {#Dan jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.#} (Al-Baqarah, [2:128]) Yakni jadikanlah kami orang yang ikhlas kepada Engkau, dan jadikanlah pula di antara anak cucu kami umat yang ikhlas kepada Engkau.
Makna Ayat
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Maqdami, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Amir, dari Salam ibnu Abu Muti' sehubungan dengan takwil ayat ini: {#Jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau#} (Al-Baqarah, [2:128]) Dikatakan bahwa keduanya memang orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Allah, tetapi keduanya memohon hal tersebut kepada Allah hanyalah semata-mata untuk memperteguh dan menguatkan.
Doa Nabi Ibrahim AS
Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau." Lalu Allah menjawabnya, "Aku kabulkan." "Dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau." Maka Allah menjawabnya, "Aku perkenankan permintaanmu."
Makna Ayat
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.#} (Al-Baqarah, [2:128]) Bahwa yang dimaksud oleh keduanya adalah orang-orang Arab. Tetapi menurut Ibnu Jarir, pendapat yang benar doa tersebut ditujukan kepada umum, mencakup orang-orang Arab dan bangsa lain, karena sesungguhnya di antara anak cucu Nabi Ibrahim adalah Bani Israil.
Dalil
Allah SWT telah berfirman:
{وَمِنْ قَوْمِ مُوْسٰٓى اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ}
{#Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak, dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.#} (Al-A'raf, [7:159])
Makna Ayat
Menurut kami apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir tidaklah bertentangan dengan yang dikatakan oleh As-Saddi, mengingat apa yang dikatakan oleh As-Saddi merupakan takhsis dari apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir, dan bukan berarti meniadakan selain mereka. Konteks ayat hanyalah berkaitan dengan bangsa Arab. Untuk itu disebutkan sesudahnya:
{رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ}
{#Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.#} (Al-Baqarah, [2:129])
Makna Ayat
Yang dimaksud dengan rasul dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW, dan Allah SWT mengutusnya buat mereka. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya yang lain, yaitu:
{هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِيْ الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ}
{#Dialah Yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka.#} (Al-Jumu'ah, [62:2])
Makna Ayat
Sekalipun demikian, bukan berarti risalah yang diemban olehnya hanya untuk orang-orang Arab saja, tetapi juga untuk kulit merah dan kulit hitam. Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا}
{#Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua."#} (Al-A'raf, [7:158])
Makna Ayat
Masih banyak ayat lainnya yang bermakna sama sebagai dalil pasti untuk pengertian ini.
Doa Nabi Ibrahim AS
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, dipanjatkan pula oleh hamba-hamba Allah yang mukmin lagi bertakwa, seperti yang disebutkan oleh Allah melalui firman-Nya:
{وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا}
{#Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."#} (Al-Furqan, [25:74])
Makna Ayat
Memanjatkan doa seperti ini dianjurkan oleh syariat, karena sesungguhnya termasuk kesempurnaan cinta ibadah kepada Allah ialah memohon dikaruniai keturunan yang hanya menyembah Allah SWT semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Karena itu, ketika Allah SWT berfirman kepada Ibrahim AS:
{اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا}
{#Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.#} (Al-Baqarah, [2:124])
Makna Ayat
Maka Nabi Ibrahim AS mengajukan permohonannya, yang disitir oleh firman-Nya seperti berikut:
{وَمِنْ ذُرِّيَّتِـيْ}
{#Dan (saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman, "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim."#} (Al-Baqarah, [2:124])
Makna Ayat
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman lainnya, yaitu:
{رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ}
{#Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.#} (Ibrahim, [14:35])
Makna Ayat
Telah disebutkan di dalam kitab Sahih Muslim, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{اِذَا مَاتَ ابْنُ اٰدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهٗ اِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهٖ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهٗ}
{#Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.#}
Makna Ayat
Firman Allah SWT:
{وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا}
{#Dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami.#} (Al-Baqarah, [2:128])
Makna Ayat
Menurut Ibnu Juraij, dari Ata, makna ayat ini ialah: "Tunjukkanlah kepada kami hal tersebut agar kami mengetahuinya."
Makna Ayat
Mujahid mengatakan sehubungan dengan takwil ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan MANĀSIKANĀ ialah tempat-tempat penyembelihan kurban kami. Hal yang semisal diriwayatkan pula dari Ata dan Qatadah.
Makna Ayat
Sa'id ibnu Mansur mengatakan, telah menceritakan kepada kami Attab ibnu Basyir, dari Khasif dan Mujahid yang mengatakan sehubungan dengan perkataan Nabi Ibrahim AS yang disitir oleh firman-Nya: {#Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami.#} Bahwa Malaikat Jibril datang dan membawanya ke Baitullah, lalu Jibril berkata, "Tinggikanlah fondasi-fondasi ini." Maka Nabi Ibrahim meninggikan bangunan Ka'bah dan merampungkan pembangunannya, lalu Jibril menuntunnya dan membawanya ke Safa. Jibril berkata, "Ini termasuk syiar-syiar Allah." Kemudian Jibril membawanya pergi ke Marwah dan berkata pula, "Ini termasuk syiar-syiar Allah." Lalu Jibril membawanya pergi ke Mina. Ketika sampai di Aqabah, tiba-tiba iblis berdiri di bawah sebuah pohon, maka Jibril berkata, "Bertakbirlah dan lemparlah dia!" Maka Ibrahim bertakbir dan melemparnya. Iblis pergi, lalu berdiri di bawah Jumrah Wusta. Ketika Jibril dan Ibrahim melewatinya, maka Jibril berkata, "Bertakbirlah dan lemparlah dia!" Lalu Ibrahim bertakbir dan melemparnya. Maka iblis yang jahat itu pun pergi; pada mulanya iblis yang jahat itu hendak memasukkan sesuatu ke dalam ibadah haji, tetapi dia tidak mampu. Jibril membawa Ibrahim hingga sampai di Masy'aril Haram, lalu Jibril berkata, "Ini adalah Masy'aril Haram." Kemudian Jibril membawanya lagi hingga sampai di Arafah. Jibril berkata, "Sekarang kamu telah mengenal semua apa yang kuperlihatkan (kuperkenalkan) kepadamu," Kalimat ini dikatakannya sebanyak tiga kali. Ibrahim menjawab, "Ya."
Makna Ayat
Telah diriwayatkan dari Abul Mijlaz dan Qatadah hal yang semisal dengan riwayat di atas.
Makna Ayat
Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Abul Asim Al-Ganawi, dari Abut Tufail, dari Ibnu Abbas yang menceritakan, sesungguhnya Nabi Ibrahim itu ketika diperlihatkan kepadanya tanda-tanda dan tempat-tempat ibadah haji, setan menampakkan dirinya di tempat sa'i, tetapi kedahuluan oleh Nabi Ibrahim. Kemudian Jibril membawa Ibrahim hingga sampai di Mina, lalu Jibril berkata, "Ini adalah tempat menginap orang-orang." Ketika Jibril dan Ibrahim sampai di Jumrah Aqabah, maka setan menampakkan diri kepada Ibrahim, lalu Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil hingga setan pergi. Lalu Jibril membawanya ke Jumrah Wusta, dan setan kembali menampakkan dirinya kepada Ibrahim, maka Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil hingga pergi. Kemudian Jibril membawa Ibrahim ke Jumrah Quswa, dan setan kembali menampakkan dirinya kepada Ibrahim, maka Ibrahim melemparnya dengan tujuh buah batu kerikil hingga lenyap. Kemudian Jibril membawanya ke Jam'an, lalu berkata kepadanya, "Ini adalah Masy'ar." Setelah itu Jibril membawanya ke Arafah, lalu berkata kepadanya, "Apakah engkau telah mengenalnya?"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.