Surat Al-Kahfi ayat 86
Maksudnya, sampai ke pantai sebelah barat, di mana Dzulqarnain melihat matahari sedang terbenam.
Maksud kata
Seperti membunuh, menawan, memukul, dsb.
ḥattā iżā balaga magribasy-syamsi wajadahā tagrubu fī ‘ainin ḥami'atiw wa wajada ‘indahā qaumā, qulnā yā żal-qarnaini immā an tu‘ażżiba wa immā an tattakhiża fīhim ḥusnā
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."
Maksudnya, sampai ke pantai sebelah barat, di mana Dzulqarnain melihat matahari sedang terbenam.
Seperti membunuh, menawan, memukul, dsb.
Ia berjalan ke arah barat sampai tiba di suatu tempat yang sangat jauh.
Ia melihat matahari terbenam di suatu tempat mata air yang berair panas dan mengandung tanah hitam.
Di dekat mata air itu, Dzû al-Qarnain mendapatkan suatu kaum yang kafir.
Kemudian Allah memberikan ilham kepadanya untuk mengambil salah satu dari dua sikap dalam menghadapi mereka: mengajak mereka beriman--suatu hal yang baik jika mereka menerimanya--atau memerangi mereka jika tidak memenuhi seruan orang yang mengajak beriman.
Dan di tempat terbenam matahari itu ia menjumpai kaum yang kafir, maka Kami berfirman kepadanya agar ia memilih,
"Wahai Zulkarnain, engkau boleh menghukum mereka dengan hukuman bunuh atau lainnya, atau engkau boleh berbuat baik (dengan berdakwah) kepada mereka."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Hingga ketika Dzulqarnain sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari, menurut pandangan mata, seakan ia terbenam di mata air panas yang berlumpur hitam, dan dia mendapati suatu kaum di tempat terbenamnya itu.
Kami berkata: Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa mereka dengan pembunuhan atau selainnya, jika mereka tetap tidak mengakui keesaan Allah. Atau kamu boleh berbuat kebaikan kepada mereka, dengan mengajarkan kebenaran dan menunjukkan jalan yang lurus kepada mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami ilhamkan kepadanya: "Hai Dzulkarnain, serulah mereka kepada kebenaran dan iman, serta syariat dan muamalah mereka. Engkau boleh menggunakan cara memerangi atau boleh juga berbuat kebaikan terhadap mereka.”
Maka Allah memberikan kepadanya sesuatu untuk sampai ke مَغْرِبَ الشَّمْسِ "tempat terbenamnya matahari," hingga melihat matahari dalam jangkauan pandang mata, seolah-olah ia تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ "terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam," maksudnya yang berwarna hitam. Ini sudah menjadi pemandangan biasa bagi orang yang antara tempatnya dan garis ufuk matahari bagian barat terpisahkan oleh air.
Menyaksikannya terbenam di atas air, meskipun matahari itu sebenarnya sangat tinggi وَوَجَدَ عِنْدَهَا "dan dia mendapati di situ," yaitu di tempat terbenamnya matahari قَوْمًا قُلْنَا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا "segolongan umat. Kami berkata, 'Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka'," maksudnya, (kamu boleh berbuat apa saja) baik dengan cara menyiksa mereka dengan pembunuhan, pukulan, penahanan, atau cara lainnya, dan boleh juga dengan cara berbuat baik kepada mereka. Jadi, ia dihadapkan pada dua pilihan. Karena, tampaknya mereka itu orang-orang kafir, orang-orang fasik atau terdapat gejala semacam itu pada mereka. Sebab, bila mereka itu kaum Mukminin yang tidak berbuat kefasikan, niscaya tidak diperbolehkan baginya untuk menyiksa mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sehingga ketika telah sampai ke tempat terbenamnya matahari ujung bumi bagian barat dia mendapatinya terbenam di dalam mata air mata air yang mengalirkan air panas lagi berlumpur hitam panas lagi berlumpur hitam
Di sana dia menemukan suatu kaum Kami berfirman, “Wahai Dzulqarnain, kamu boleh menghukum atau berbuat kebaikan kepada mereka”
Firman Allah SWT:
{حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ}
{#Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari.#} (Al-Kahfi, [18:86])
Artinya, Zulqarnain menempuh suatu jalan hingga sampailah perjalanannya itu ke ufuk barat bagian bumi, yakni belahan bumi yang ada di barat. Adapun pengertian yang menjurus ke arah bahwa dia sampai ke tempat terbenamnya matahari yang ada di langit, maka hal ini mustahil. Sedangkan apa yang disebut-sebut oleh para pendongeng dan tukang cerita yang menyebutkan bahwa Zulqarnain berjalan selama suatu masa di bumi, sedangkan matahari terbenam di belakangnya; kisah ini adalah dongeng belaka, tidak ada kenyataannya. Kebanyakan kisah tersebut bersumber dari mitos atau dongengan kaum Ahli Kitab yang penuh dengan hal-hal yang mungkar dan kedustaan.
Firman Allah SWT:
{وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِيْ عَيْنٍ حَمِئَةٍ}
{#dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam.#} (Al-Kahfi, [18:86])
Yakni menurut pandangan matanya ia melihat matahari tenggelam di lautan. Demikianlah halnya setiap orang yang sampai di suatu pantai, akan melihat seakan-akan terbenam di dalamnya. Padahal matahari itu sendiri tidak pernah meninggalkan garis edar yang telah ditetapkan baginya
{#Hami-ah#} berakar dari kata {#al-hama-ah#} menurut salah satu di antara dua qiraat (dialek) mengenainya, artinya lumpur hitam, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:
{اِنِّيْ خَالِقٌ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ}
{#Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.#} (Al-Hijr, [15:28])
Yaitu tanah liat yang halus, seperti yang telah diterangkan dalam babnya.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wabh, telah menceritakan kepada kami Nafi' ibnu Na'im; ia pernah mendengar Abdur Rahman Al-A'raj berkata bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna ayat ini ialah matahari itu terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam. Kemudian ia menafsirkannya, bahwa air laut itu berwarna hitam.
Nafi' mengatakan bahwa Ka'b Al-Ahbar pernah ditanya tentang makna ayat ini. Maka dia menjawab, "Kalian (orang Arab) lebih mengetahui tentang Al-Qur'an daripada diriku. Tetapi aku menjumpai keterangan di dalam kitab (terdahulu) ku, bahwa matahari itu terbenam ke dalam lumpur yang berwarna hitam." Hal yang sama telah diriwayatkan bukan hanya oleh seorang saja dari Ibnu Abbas. Pendapat inilah yang dipegang oleh Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Abu Daud At-Tayalisi mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Dinar, dari Sa'ad ibnu Aus, dari Musadda', dari Ibnu Abbas, dari Ubay ibnu Ka'b, bahwa Nabi SAW membacakan ayat ini kepadanya dengan bunyi Hami-ah.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Zulqarnain melihat matahari itu terbenam di dalam laut yang airnya panas. Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri.
Ibnu Jarir mengatakan, hal yang benar ialah bahwa kedua pendapat tersebut bersumber dari dua qiraat yang terkenal, yakni Hami-ah dan Hamiyah; mana saja yang dipilih bacaannya benar.
Menurut pendapat kami, kedua pendapat tidak bertentangan dari segi maknanya; karena air laut itu bisa jadi airnya panas mengingat berada di dekat panas matahari saat tenggelamnya, sebab sinar matahari langsung mengenainya tanpa penghalang. Makna hami-ah ialah di dalam air laut yang berlumpur hitam. Sama seperti yang dikatakan oleh Ka'bul Ahbar dan lain-lainnya.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Awwam, telah menceritakan kepadaku seorang bekas budak Abdullah ibnu Amr, dari Abdullah yang telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW memandang ke arah matahari yang sedang terbenam, lalu bersabda: "Tenggelam di dalam api Allah yang sangat panas, seandainya tidak dikendalikan oleh perintah Allah, tentulah panas matahari ini dapat membakar semua yang ada di permukaan bumi."
Hadis ini telah diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad Yazid ibnu Harun, tetapi kesahihan predikat marfu' hadis ini masih diragukan. Barangkali hal ini bersumber dari perkataan Abdullah ibnu Amr yang berasal dari kedua teman wanitanya yang ia jumpai dalam perang Yarmuk. Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Hamzah, telah menceritakan kepada kami Muhammad (yakni Ibnu Bisyr), telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Maimun, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hadir; Ibnu Abbas pernah menceritakan kepadanya bahwa Mu'awiyah ibnu Abu Sufyan membaca suatu ayat dalam surat Al-Kahfi, yaitu firman-Nya dengan bacaan berikut: {#terbenam di dalam laut yang panas (airnya).#} (Al-Kahfi, [18:86]) Maka Ibnu Abbas berkata kepada Mu'awiyah, "Kami membacanya hanya dengan bacaan hami-ah (bukan Hamiyah)." Hami-ah artinya berlumpur hitam, sedangkan hamiyah berarti yang panas airnya. Mu'awiyah bertanya kepada Abdullah ibnu 'Amr, "Bagaimanakah menurut bacaanmu?" Abdullah ibnu 'Amr menjawab, "Saya membacanya seperti bacaanmu."
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia berkata kepada Mu'awiyah, "Al-Qur'an diturunkan di dalam rumahku." Maka ia mengirimkan utusan kepada Ka'b untuk menanyakan, "Di manakah matahari terbenam menurut berita yang kamu jumpai di dalam kitab Taurat?" Ka'b menjawabnya, "Tanyakanlah kepada ahli bahasa Arab, karena sesungguhnya mereka lebih mengetahui maknanya. Tetapi sesungguhnya saya menjumpai keterangan di dalam kitab Taurat, bahwa matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur." Seraya mengisyaratkan tangannya ke arah ufuk barat."
Ibnu Hadir berkata (kepada Ibnu Abbas), "Seandainya aku berada di sisimu (saat itu), tentulah aku akan memberikan keterangan kepadamu yang menambah informasi buatmu tentang makna hami-ah." Ibnu Abbas bertanya, "Kalau begitu, apakah informasimu itu?".
Ibnu Hadir berkata bahwa menurut syair peninggalan zaman dahulu dari kaum Tubba' yang menceritakan kisah Zulqarnain, seorang raja yang berilmu lagi disiplin dengan ilmu pengetahuannya, disebutkan: "Dia telah mencapai belahan timur dan barat dengan menempuh semua jalan menuju kesuksesannya dengan bijaksana dan kebaikan."
Maka ia menyaksikan matahari tenggelam di belahan barat, matahari tenggelam di laut yang berlumpur hitam lagi panas.
Ibnu Abbas bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan khalab?" Ibnu Hadir menjawab, "Tanah liat atau lumpur." Ibnu Abbas bertanya,"Apakah yang dimaksud dengan satin?" Ibnu Hadir menjawab, "Panas." Ibnu Abbas bertanya,"Apakah yang dimaksud dengan hurmud?'. Ibnu Hadir menjawab, "Berwarna hitam."
Maka Ibnu Abbas memanggil seorang lelaki atau seorang pemuda, lalu berkata, "Catatlah apa yang dikatakan oleh lelaki ini (Ibnu Hadir)."
Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa ketika Ibnu Abbas sedang membaca surat Al-Kahfi, yaitu sampai pada firman-Nya: {#dia melihat matahari tenggelam di dalam laut yang berlumpur hitam.#} (Al-Kahfi, [18:86]) Maka Ka'b berkata, "Demi Tuhan yang jiwa Ka'b ini berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, aku belum pernah mendengar seseorang membacanya seperti apa yang diturunkan di dalam kitab Taurat selain dari Ibnu Abbas. Karena sesungguhnya kami menjumpainya di dalam kitab Taurat disebutkan bahwa matahari tenggelam di dalam lumpur yang hitam."
Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Israil, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Yusuf yang telah mengatakan sehubungan dengan pendapat Ibnu Juraij tentang makna firman-Nya: {#dan dia mendapati di situ segolongan umat.#} (Al-Kahfi, [18:86]) Kaum itu tinggal di sebuah kota yang memiliki dua ribu pintu; seandainya tidak ada suara penghuni tempat itu, tentulah manusia dapat mendengar suara gemuruh matahari saat tenggelamnya (di lumpur hitam itu).
Firman Allah SWT:
{وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا}
{#dan dia mendapati di situ segolongan umat.#} (Al-Kahfi, [18:86])
Yakni segolongan umat manusia, yang menurut sahibul hikayat disebutkan bahwa mereka adalah umat yang besar dari kalangan Bani Adam.
Firman Allah SWT:
{قُلْنَا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِمَّآ اَنْ تُعَذِّبَ وَاِمَّآ اَنْ تَتَّخِذَ فِيْهِمْ حُسْنًا}
{#Kami berkata, "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka."#} (Al-Kahfi, [18:86])
Dengan kata lain, Allah SWT telah menjadikan Zulqarnain menang atas mereka, berkuasa atas mereka, dan mereka tunduk patuh di bawah kekuasaannya. Jika Zulqarnain menghendaki mereka dibunuh, ia dapat membunuh atau menahan mereka. Dan jika dia menghendaki mereka dibebaskan atau dengan tebusan, ia dapat melakukannya pula menurut apa yang dikehendakinya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat dan jalan antara bumi timur dan barat,
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah maka dia menempuh tempat-tempat di bumi dan semua tanda-tanda yang ada padanya.
Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat-tempat,
Firman Allah: (Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) yaitu, dia menempuh jalan sehingga sampai dalam perjalanannya itu ke ufuk barat bagian bumi, yakni belahan bumi barat. Adapun untuk sampai ke tempat terbenamnya matahari yang ada di langit, maka itu mustahil. Firman Allah: (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) yaitu sesuai pandangan matanya dia melihat matahari tenggelam di lautan. Ini adalah keadaan setiap orang yang sampai di pantai yang akan melihatnya seakan-akan terbenam di dalamnya. Padahal matahari itu tidak pernah meninggalkan garis edar yang telah ditetapkan baginya
Kata "hami'ah" adalah kata turunan dari salah satu dari dua jenis bacaan yaitu dari kata "al-hama'ah" yang artinya adalah tanah, Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk) (Surah Al-Hijr: 28) yaitu tanah yang halus, dan telah disampaikan penjelasannya.
Diriwayatkan dari Nafi' bin Na'im,"Aku mendengar Abdurrahman Al-A'raj berkata bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (di dalam laut yang berlumpur hitam) kemudian dia menafsirkannya dengan bahwa air laut itu berwarna hitam. Nafi' berkata,"Ditanyakan kepada Ka'b Al-Ahbar tentang hal itu. Lalu dia menjawab, "Kalian lebih mengetahui tentang Al-Qur'an daripada aku, tetapi aku mendapati keterangan di dalam suatu kitab, bahwa matahari itu terbenam ke dalam tanah yang berwarna hitam" Demikian juga diriwayatkan oleh banyak ulama’ dari Ibnu Abbas. Pendapat inilah juga dikatakan oleh Mujahid dan lainnya.
Firman Allah: (dan dia mendapati di situ segolongan umat) yaitu salah satu umat yang disebutkan bahwa mereka adalah umat yang besar dari anak cucu nabi Adam. Firman Allah: (Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”) Maknanya adalah bahwa Allah SWT memberinya kedudukan, kekuasaan dan memenangkannya atas mereka. Jika menghendaki dia memberi hukuman mati atau menjadikan tawanan, dan jika mau dia memberi kebebasan atau mewajibkan tebusan, keadilan dan keimannya dapat diketahuia dalam apa yang dia tampakkan berupa keadilan dan penjelasannya, disebutkan dalam firmanNya: (Adapun orang yang aniaya) yaitu terus dalam kekafiran dan kemusyrikannya terhadap Tuhannya (maka kami kelak akan mengazabnya)
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah hukuman mati.
Firman Allah: (kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya) yaitu yang keras, menyakitkan, dan sangat pedih. Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa hari kembali dan hari pembalasan itu ada.
Firman Allah: (Adapun orang-orang yang beriman) yaitu mengikuti apa yang kami serukan kepadanya, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. (maka baginya pahala yang terbaik) yaitu di akhirat di sisi Allah SWT (dan akan kami firmankan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.”) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah sesuatu yang baik.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) tempat matahari terbenam (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) pengertian terbenamnya matahari di dalam laut hanyalah berdasarkan pandangan mata saja, karena sesungguhnya matahari jauh lebih besar daripada dunia atau bumi (dan dia mendapati di situ) di laut itu (segolongan umat) yang kafir (Kami berkata, "Hai Zulkarnain!) dengan melalui ilham (Kamu boleh menyiksa) kaum itu dengan cara membunuh mereka (atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka)" dengan hanya menawan mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ia berjalan ke arah barat sampai tiba di suatu tempat yang sangat jauh. Ia melihat matahari terbenam di suatu tempat mata air yang berair panas dan mengandung tanah hitam.
Di dekat mata air itu, Dzû al-Qarnain mendapatkan suatu kaum yang kafir. Kemudian Allah memberikan ilham kepadanya untuk mengambil salah satu dari dua sikap dalam menghadapi mereka: mengajak mereka beriman--suatu hal yang baik jika mereka menerimanya--atau memerangi mereka jika tidak memenuhi seruan orang yang mengajak beriman.
Zulkarnain melanjutkan perjalanannya hingga ketika dia telah sampai di suatu tempat yang sangat jauh di wilayah barat, yaitu lokasi matahari terbenam, dia melihatnya terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di wilayah sana ditemukannya suatu kaum yang kafir dan durhaka.
Kami berfirman kepadanya,"Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum mereka karena kedurhakaan mereka, atau kamu boleh berbuat kebaikan kepada mereka dengan mengajak mereka beriman dan berbuat kebajikan sehingga mereka menyadari kesesatan mereka dari jalan Allah."
Firman Allah قُلْنَا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ “Kami berfirman, ‘Wahai Dzulqarnain!” dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa Dzulqarnain adalah seorang nabi karena menunjukan Allah berbicara dan memberi wahyu kepada Dzulqornain. Akan tetapi sebagian ulama membantah bahwa yang seperti bukanlah suatu kelaziman, karena Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman dalam ayat yang lain,
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ
“Dan Kami wahyukan kepada ibunya Musa, ‘Susuilah dia (Musa)’.” (QS. Al-Qashash: 7)
Jika perkataan seperti ini bisa menjadikan seorang nabi, maka ibu Nabi Musa ‘alaihissalam seharusnya adalah seorang nabi. Akan tetapi tentu tidak ada yang berpendapat demikian melainkan apa yang diwahyukan kepada ibu Nabi Musa ‘alaihissalam adalah ilham, dan demikian pula dengan Dzulqarnain bahwa firman Allah kepadanya itu adalah ilham. (344 )
Dzulqarnain mendapati suatu kaum di ujung barat daerah kekuasaannya yang kufur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka Allah mempersilakan kepadanya untuk memberi hukuman kepada mereka karena kesyirikan mereka, atau memilih untuk berbuat baik kepada mereka. Ini menunjukan bahwa mereka adalah kaum yang kafir. Adapun dua pilihan tersebut adalah,
Dzulqornain bisa langsung memerangi mereka atau mengadzab/menyiksa mereka (dengan dibunuh, ditawan, dipukul atau siksaan lainnya). Nampaknya mereka adalah kaum yang telah melakukan kerusakan di atas muka bumi sehingga berhak untuk diperangi atau disiksa(345 ).
Dzulqornain bisa berbuat kepada mereka yaitu dengan menjadikan mereka memilihi diantara dua pilihan, yaitu beriman atau disiksa.
Allah memberi keleluasan kepada Dzulqarnain karena beliau adalah seorang raja yang cerdas dan bijak(346 ).
Maka Dzulqarnain mengatakan,
Yakni sampai di ujung barat bumi.
وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِى عَيْنٍ حَمِئَةٍ
dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam
Yakni sampai di tempat yang memiliki banyak lumpur hitam.
Pendapat lain mengatakan, bisa jadi ketika Dzulkarnain sampai di tepi Samudra dia melihat Samudra itu seperti lumpur hitam.
وَوَجَدَ عِندَهَا
dan dia mendapati di situ
قَوْمًا
Mereka adalah orang-orang kafir.
إِمَّآ أَن تُعَذِّبَ وَإِمَّآ أَن تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka
Yakni kamu boleh menyiksa dengan membunuh mereka begitu saja, dan boleh juga dengan berbaik hati kepada mereka dengan menyeru mereka kepada kebenaran dan mengajari mereka syari’at.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.