Makna kata
Surat Al-Kahfi ayat 85: Yakni jalan menuju arah barat.
fa atba‘a sababā
maka dia pun menempuh suatu jalan.
Surat Al-Kahfi ayat 85: Yakni jalan menuju arah barat.
Dia memperluas kekuasannya di muka bumi dengan cara-cara itu. Dia pun menjadikan jalan yang dapat mengantarkannya ke belahan bumi bagian barat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia pun menempuh sebab-sebab dan jalan-jalan itu dengan sungguh-sungguh.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الأرْضِ "Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi," maksudnya, Allah menjadikannya raja dan memudahkannya untuk menerobos penjuru-penjuru bumi dan memudahkan tunduknya mereka kepadanya.
وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا "Dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu," maksudnya Allah memberinya sebab kausalitas yang dapat mengantarkan dirinya kepada apa yang telah dia capai, untuk dipergunakan melumpuhkan negeri-negeri dan memudahkannya masuk ke wilayah-wilayah yang jauh, dan dia telah beramal dengan sebab-sebab yang Allah berikan kepadanya. Maknanya, dia mempergunakan fasilitas-fasilitas tersebut sebagaimana mestinya.
Tidak setiap orang yang mempunyai sebab kausalitas mampu menjalankannya, dan tidak setiap orang sanggup memperoleh sebab kausalitas. Bila sudah terpadukan antara kesanggupan memperoleh sebab kausalitas yang hakiki dan menjalankannya, niscaya terwujudlah tujuan. Bila keduanya tidak ada atau salah satunya (tidak terpenuhi), maka tujuannya tidak terealisasikan.
Sebab kausalitas yang Allah berikan kepadanya, tidak diberitahukan oleh Allah dan RasulNya kepada kita, dan riwayat-riwayat pun tidak banyak menyinggungnya dalam bentuk yang mengarah kepada keyakinan.
Tidak ada kelonggaran yang bisa kita lakukan selain diam saja tentang persoalan tersebut, tidak menoleh kepada riwayat-riwayat israiliyyat yang dikutip oleh para pembawa riwayat dan kisah semacamnya.
Tetapi, kita sudah mengetahui secara global bahwa ia adalah sebab kausalitas yang kuat, variatif, bersifat internal atau eksternal. Dengan itu, ia mempunyai pasukan besar yang berjumlah banyak dan bersenjatakan memadai serta penuh keteraturan. Dengan itu pula, dia mampu menumbangkan musuh-musuh, memudahkan perjalanan menuju belahan bumi bagian timur dan barat serta penjuru-penjuru dunia.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka dia ingin mencapai daerah barat, lalu dia mengambil jalan untuk mencapainya
Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#maka dia pun menempuh suatu jalan.#} (Al-Kahfi, [18:85]) Yang dimaksud dengan sababan ialah tempat.
Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#maka dia pun menempuh suatu jalan.#} (Al-Kahfi, [18:85]) Bahwa yang dimaksud ialah tempat dan jalan antara belahan timur dan barat, yakni yang menghubungkan di antara keduanya. Menurut suatu riwayat yang bersumberkan dari Mujahid, sababan ialah kedua belahan bumi yang berlawanan letaknya.
Qatadah telah mengatakan bahwa makna ayat ialah, maka dia pun menempuh semua tempat di bumi dan semua tanda-tanda yang ada padanya.
Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#maka dia pun menempuh suatu jalan.#} (Al-Kahfi, [18:85]) Yakni tempat-tempat yang ada di bumi,
Sa'id ibnu Jubair telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#maka dia pun menempuh suatu jalan.#} (Al-Kahfi, [18:85]) Bahwa yang dimaksud dengan sababan ialah ilmu.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan Ubaid ibnu Ya'la serta As-Saddi.
Matar mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sababan ialah tanda-tanda dan bekas-bekas peninggalan yang telah ada sebelum zaman itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat dan jalan antara bumi timur dan barat,
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah maka dia menempuh tempat-tempat di bumi dan semua tanda-tanda yang ada padanya.
Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat-tempat,
Firman Allah: (Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) yaitu, dia menempuh jalan sehingga sampai dalam perjalanannya itu ke ufuk barat bagian bumi, yakni belahan bumi barat. Adapun untuk sampai ke tempat terbenamnya matahari yang ada di langit, maka itu mustahil. Firman Allah: (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) yaitu sesuai pandangan matanya dia melihat matahari tenggelam di lautan. Ini adalah keadaan setiap orang yang sampai di pantai yang akan melihatnya seakan-akan terbenam di dalamnya. Padahal matahari itu tidak pernah meninggalkan garis edar yang telah ditetapkan baginya
Kata "hami'ah" adalah kata turunan dari salah satu dari dua jenis bacaan yaitu dari kata "al-hama'ah" yang artinya adalah tanah, Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk) (Surah Al-Hijr: 28) yaitu tanah yang halus, dan telah disampaikan penjelasannya.
Diriwayatkan dari Nafi' bin Na'im,"Aku mendengar Abdurrahman Al-A'raj berkata bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (di dalam laut yang berlumpur hitam) kemudian dia menafsirkannya dengan bahwa air laut itu berwarna hitam. Nafi' berkata,"Ditanyakan kepada Ka'b Al-Ahbar tentang hal itu. Lalu dia menjawab, "Kalian lebih mengetahui tentang Al-Qur'an daripada aku, tetapi aku mendapati keterangan di dalam suatu kitab, bahwa matahari itu terbenam ke dalam tanah yang berwarna hitam" Demikian juga diriwayatkan oleh banyak ulama’ dari Ibnu Abbas. Pendapat inilah juga dikatakan oleh Mujahid dan lainnya.
Firman Allah: (dan dia mendapati di situ segolongan umat) yaitu salah satu umat yang disebutkan bahwa mereka adalah umat yang besar dari anak cucu nabi Adam. Firman Allah: (Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”) Maknanya adalah bahwa Allah SWT memberinya kedudukan, kekuasaan dan memenangkannya atas mereka. Jika menghendaki dia memberi hukuman mati atau menjadikan tawanan, dan jika mau dia memberi kebebasan atau mewajibkan tebusan, keadilan dan keimannya dapat diketahuia dalam apa yang dia tampakkan berupa keadilan dan penjelasannya, disebutkan dalam firmanNya: (Adapun orang yang aniaya) yaitu terus dalam kekafiran dan kemusyrikannya terhadap Tuhannya (maka kami kelak akan mengazabnya)
Qatadah berkata bahwa maknanya adalah hukuman mati.
Firman Allah: (kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya) yaitu yang keras, menyakitkan, dan sangat pedih. Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa hari kembali dan hari pembalasan itu ada.
Firman Allah: (Adapun orang-orang yang beriman) yaitu mengikuti apa yang kami serukan kepadanya, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. (maka baginya pahala yang terbaik) yaitu di akhirat di sisi Allah SWT (dan akan kami firmankan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.”) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah sesuatu yang baik.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
yakni dia menempuh jalan ke arah Barat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Dia pun menjadikan jalan yang dapat mengantarkannya ke belahan bumi bagian barat.
Berjalanlah Dzulqarnain menempuh sebab-sebab yang mengantarakan beliau kepada tujuannya yaitu berdakwah, diantaranya adalah untuk menelusuri penjuru bumi. Hingga akhirnya beliau tiba di daerah barat tempat matahari tenggelam, dan di sana dia dapati sebuah kaum. Para ulama menafsirkan bahwasanya Dzulqarnain berjalan sampai mencapai ujung daratan di muka bumi ini yang paling barat, yaitu berupa dataran yang paling ujung barat yang mungkin untuk di tempuh. Di tempat itu dia melihat matahari seperti tenggelam di lautan yang berwarna hitam (seperti lumpur berwarna hitam) (342 ). Artinya dia melewati banyak daerah, ada yang mengatakan dia melewati yang luas sehingga dia mengecek lokasinya satu per satu yaitu dia adalah seorang raja yang memeriksa daerah kekuasaannya. Ada juga yang mengatakan bahwa setiap kali dia melewati suatu kampung maka dia akan mendakwahinya hingga dia melewati tempat yang paling ujung dia mendapati matahari terbenam di suatu sumber air. Maksudnya Dzulqarnain ketika sampai di tempat yang paling ujung yang dia tidak bisa melakukan perjalanan lagi maka di situlah ia melihat matahari terbenam. Bukan maksudnya dia melihat matahari keluar dari orbitnya lalu masuk ke dalam laut, akan tetapi di penghujung daratan tersebut dia mendapati lautan yang memiliki tanah yang hitam dan bau juga ada panasnya, di sanalah dia melihat matahari terbenam. Di manakah lokasi ini? Allahu a’lam karena Allah subhanahu wa ta'ala tidak sebutkan.
Adapun firman Allah حَمِئَةٍ maka ada 2 qiroaáh, pertama حَمِئَةٍ artinya حَمْأَة yang artinya الطِّيْنُ الأَسْوَدُ الْمُنْتِنُ tanah yang berwarna hitam dan bau, dan kedua حَامِيَةٍ yang berarti panas. Sehingga Ibnu Jarir At-Thobari menjelaskan bahwa maksudnya adalah matahari tenggelam di sumber air (laut dan semisalnya) yang panas dan memiliki tanah yang hitam dan bau(343 ).
Tatkala Dzulqarnain tiba di ujung barat daerah kekuasaannya, dia mendapati ada suatu kaum yang kafir. Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Dzulqarnain:
Yakni jalan yang mengantarkannya ke tempat terbenamnya matahari.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.