Makna Karunia Allah ﷻ Terhadap Rasulullah ﷺ
Kemudian Allah ﷻ menyebutkan karuniaNya atas RasulNya dengan menjaga dan melindunginya dari orang yang hendak menyesatkannya dengan berfirman, وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوْكَ "Sekiranya bukan karena karunia Allah ﷻ dan rahmatNya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu," yang demikian itu adalah bahwa ayat-ayat yang mulia ini telah disebutkan oleh para ahli tafsir tentang sebab turunnya, yaitu bahwa sebuah keluarga telah mencuri di Madinah, dan ketika pencurian mereka hendak diperiksa, mereka khawatir aib dan cela mereka terbongkar lalu mereka mengambil barang curian itu dan meletakkannya di rumah orang yang tidak bersalah, lalu pelaku pencurian itu meminta bantuan kepada kaumnya untuk datang kepada Rasulullah ﷺ dan memohon kepada beliau agar membebaskan tuduhan percurian dari teman mereka tersebut di tengah-tengah masyarakat, dan mereka berkata, bahwa ia tidaklah mencuri, namun yang mencuri itu adalah orang yang didapatkan pada rumahnya barang curian, padahal dia tidak melakukannya, lalu Rasulullah ﷺ hendak membebaskan tuduhan dari teman mereka itu, namun Allah ﷻ segera menurunkan ayat-ayat ini kepada beliau sebagai peringatan dan penjelasan akan kejadian tersebut serta ancaman buat Rasulullah ﷺ karena membela orang-orang yang berkhianat, dan berseteru demi membela orang yang salah merupakan kesesatan, karena sesungguhnya kesesatan itu ada dua macam: kesesatan dalam pengetahuan yaitu tidak mengetahui kebenaran, dan kesesatan dalam perbuatan yaitu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu Allah ﷻ telah memelihara RasulNya dari bentuk yang pertama sebagaimana Allah ﷻ juga menjaga beliau dari kesesatan dalam perbuatan.
Lalu Allah ﷻ mengabarkan bahwa tipu daya dan makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri seperti halnya setiap pelaku tipu daya, yaitu FirmanNya, وَمَا يُضِلُّوْنَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ "Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri," karena tipu daya dan siasat mereka itu tidaklah mampu memenuhi apa yang mereka inginkan dan tidak memberikan mereka kecuali hanya kegagalan, kefakiran, dosa, dan kerugian. Hal ini adalah sebuah nikmat yang besar atas Rasulullah ﷺ, yang meliputi nikmat dengan perbuatan yaitu bimbingan untuk melakukan apa yang harus dilakukan dan perlindungan dari hal-hal yang diharamkan, kemudian Allah ﷻ menyebutkan nikmatNya kepadanya dengan ilmu seraya berfirman, وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ "Dan (juga karena) Allah ﷻ telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu" yaitu Allah ﷻ menurunkan kepadamu al-Qur`an yang agung dan penuh hikmah yang mengandung penjelasan akan segala sesuatu dan pengetahuan tentang orang dahulu maupun yang akan datang.
Adapun hikmah yang berarti sunnah adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama salaf, "Sesungguhnya sunnah itu diturunkan juga kepadanya sebagaimana al-Qur`an diturunkan," atau pengetahuan akan rahasia-rahasia syariat di luar dari pengetahuan hukum-hukumnya, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan mengatur segala perkara menurut yang semestinya, وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ "dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui," hal ini mencakup segala hal yang diajarkan oleh Allah ﷻ kepada beliau, dan sesungguhnya Nabi ﷺ sebagaimana yang Allah ﷺ gambarkan tentang beliau, sebelum kerasulan beliau,
مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتَابُ وَلا الإِيْمَانُ
"Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah al-Kitab (al-Qur`an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu." (Asy-Syura': 52).
Dan FirmanNya,
وَوَجَدَكَ ضَالًا فَهَدَى
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk." (Adh-Dhuha: 7),
kemudian Allah ﷻ tetap selalu memberikan wahyu kepadanya, mengajarkannya dan menyempurnakannya hingga beliau meningkat kepada kedudukan yang tinggi berupa ilmu yang tidak akan mampu dicapai oleh orang-orang terdahulu maupun yang akan datang, maka beliau adalah manusia yang paling berilmu secara mutlak, manusia yang paling banyak sifat-sifat kesempurnaannya dan paling sempurna dalam hal tersebut, karena itulah Allah ﷻ berfirman, وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا "Dan karunia Allah ﷻ sangat besar atasmu," karunia Allah ﷻ terhadap Rasulullah Muhammad ﷺ adalah lebih agung daripada karuniaNya terhadap setiap makhluk (selainnya), bentuk karunia yang diberikan Allah ﷻ kepadanya tidaklah mungkin dapat diteliti dan tidak mudah untuk dihitung.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.