Makna Ayat
Para ulama seperti Imam al-Alusi rahimahullah dan Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah menafsirkan bahwa pada ayat ini terdapat 3 penekanan, yaitu : Pertama, Al-Qasam al-Muqaddar berupa وَاللَّهِ menjadi وَاللَّهِ لَقَدْ كَانَ ... ‘Demi Allah, sungguh ada ....’. Kedua, لَقَدْ yang terdiri dari ‘Lam taukid’ (huruf lam yang berfungsi sebagai penekanan). Adapun yang ketiga adalah huruf قَدْ, di mana huruf ini juga memiliki fungsi penekanan.
Pada Dasarnya Ayat Ini Turun Berkaitan Dengan Perang Ahzab
Pada dasarnya ayat ini turun berkaitan dengan perang Ahzab, sehingga banyak dari para ahli tafsir menafsirkan uswah hasanah yang dimaksudkan di dalam ayat ini adalah uswah hasanah Nabi Muhammad ﷺ di dalam peperangan(61). Di antara sebabnya adalah karena sebelum ayat ini Allah ﷻ telah menyebutkan tentang sifat-sifat orang-orang munafik.
Ayat Keteladanan Ini Asalnya Turun Berkaitan Dengan Teladan Nabi ﷺ Di Dalam Peperangan
Meskipun ayat keteladanan ini asalnya turun berkaitan dengan teladan Nabi ﷺ di dalam peperangan, namun syariat memiliki kaidah yang berbunyi,
الْعِبْرَةُ بِعُمُوْمِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوْصِ السَّبَبِ
“Yang menjadi acuan adalah keumuman lafal bukan kekhususan sebab.”
Para Ulama Membawakan Ayat لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ Sebagai Lafal Umum Berkaitan Dengan Keteladanan Nabi ﷺ Dalam Segala Hal
Oleh karenanya, para ulama membawakan ayat لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ sebagai lafal umum berkaitan dengan keteladanan Nabi ﷺ dalam segala hal.
Ahli Usul Mengatakan Bahwa Hukum Asal Apapun Yang Dikerjakan Oleh Nabi Muhammad ﷺ Adalah Disyariatkan Bagi Umatnya Hingga Datang Dalil Yang Mengkhususkannya
Ahli usul mengatakan bahwa hukum asal apapun yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah disyariatkan bagi umatnya hingga datang dalil yang mengkhususkannya.(62)
Apa Saja Yang Kita Dapatkan Dari Hadits Yang Menerangkan Tentang Segala Amalan-Amalan Yang Dikerjakan Oleh Nabi Muhammad ﷺ
Apa saja yang kita dapatkan dari hadits yang menerangkan tentang segala amalan-amalan yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ, maka hukum asalnya juga disyariatkan bagi umatnya, sampai ada dalil yang menunjukkan tentang kekhususan bagi Nabi Muhammad ﷺ, seperti Nabi Muhammad ﷺ memiliki istri lebih dari empat wanita, maka sejatinya hukum tersebut dikhususkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Begitu Juga Dengan Seorang Wanita Yang Inginkan Dinikahi Nabi Muhammad ﷺ Tanpa Ada Mahar
Begitu juga dengan seorang wanita yang ingin dinikahi Nabi Muhammad ﷺ tanpa ada mahar, maka ini juga termasuk kekhususan beliau ﷺ.
Berdasarkan Firman Allah ﷻ
Berdasarkan firman Allah ﷻ,
وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.”
Adapun Jika Tidak Ada Dalil Yang Mengkhususkannya
Adapun jika tidak ada dalil yang mengkhususkannya, maka kembali kepada hukum asal bahwa semua yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah sunah bagi umatnya, berdasarkan firman Allah ﷻ,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
Allah ﷻ Mendatangkan Sifat Kerasulan Sebagai ‘illah/Sebab
Allah ﷻ mendatangkan sifat kerasulan sebagai ‘illah/sebab, artinya Nabi Muhammad ﷺ menjadi sosok uswah yang baik, karena beliau adalah utusan Allah ﷻ.
Para Ulama Khilaf, Apakah Hukum Asal Menjadikan Nabi Muhammad ﷺ Sebagai Uswah Wajib Atau Sunah
Para ulama khilaf, apakah hukum asal menjadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai uswah wajib atau sunah?
Imam Al-Qurthubi Menyebutkan Bahwa Pendapat Pertama Adalah Wajib Hingga Ada Dalil Yang Membawakannya Kepada Sunah
Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa pendapat pertama adalah wajib hingga ada dalil yang membawakannya kepada sunah.
Pendapat Kedua Adalah Sunah Hingga Ada Dalil Yang Membawakannya Kepada Hukum Wajib
Pendapat kedua adalah sunah hingga ada dalil yang membawakannya kepada hukum wajib.
Yang Benar Adalah -wallahu a’lam- Dibedakan Antara Perkataan (أَقْوَالُ) Nabi ﷺ Dengan Perbuatan (أَفْعَالُ) Nabi ﷺ
Yang benar adalah -wallahu a’lam- dibedakan antara perkataan (أَقْوَالُ) Nabi ﷺ dengan perbuatan (أَفْعَالُ) Nabi ﷺ.
Bentuk Perkataan Nabi Muhammad ﷺ Ada Yang Berbentuk Perintah
Bentuk perkataan Nabi Muhammad ﷺ ada yang berbentuk perintah, contohnya: ‘Kerjakanlah!’, atau berbentuk larangan, seperti: ‘Janganlah melakukannya!’.
Jika Perkataan Beliau Dalam Bentuk Perintah, Maka Hukum Asalnya Adalah Wajib Hingga Ada Qorinah (Indikasi) Yang Merubahnya Menjadi Mustahab (Tidak Wajib)
Jika perkataan beliau dalam bentuk perintah, maka hukum asalnya adalah wajib hingga ada qorinah (indikasi) yang merubahnya menjadi mustahab (tidak wajib).
Jika Perkataan Beliau Dalam Bentuk Larangan, Maka Hukum Asalnya Adalah Haram Hingga Ada Qorinah (Indikasi) Yang Menunjukan Bahwa Larangan Tersebut Hanya Makruh Tidak Sampai Haram
Jika perkataan beliau dalam bentuk larangan, maka hukum asalnya adalah haram hingga ada qorinah (indikasi) yang menunjukan bahwa larangan tersebut hanya makruh tidak sampai haram.
Adapun Hukum Asal Perbuatan Nabi Muhammad ﷺ Adalah Sunah
Adapun hukum asal perbuatan Nabi Muhammad ﷺ adalah sunah, sampai ada qarinah yang menunjukkan hukum tersebut berubah menjadi wajib.
Contohnya Perbuatan Nabi ﷺ Merupakan Penjelasan Dari Perintah Nabi ﷺ Yang Wajib, Maka Perbuatan Tersebut Adalah Wajib
Contohnya perbuatan Nabi ﷺ merupakan penjelasan dari perintah Nabi ﷺ yang wajib, maka perbuatan tersebut adalah wajib.
Jika Kita Memperhatikan Dengan Baik Dari Contoh Nabi Muhammad ﷺ, Maka Kita Akan Tahu Betapa Menakjubkannya Agama Islam
Jika kita memperhatikan dengan baik dari contoh Nabi Muhammad ﷺ, maka kita akan tahu betapa menakjubkannya agama Islam.
Ketika Allah ﷻ Menjelaskan Bahwa Nabi Muhammad ﷺ Adalah Uswah Yang Baik, Ternyata Beliau ﷺ Memberikan Contoh Di Dalam Segala Hal
Ketika Allah ﷻ menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah uswah yang baik, ternyata beliau ﷺ memberikan contoh di dalam segala hal.
Rasulullah ﷺ Telah Memberikan Contoh Kebaikan Di Dalam Setiap Sisi Kehidupan Manusia
Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh kebaikan di dalam setiap sisi kehidupan manusia, baik dalam kehidupan rumah tangga, ketika beliau ﷺ menjadi kepala negara, ketika posisi beliau ﷺ sebagai seorang sahabat, sikap beliau ﷺ ketika sakit atau mengalami musibah, ketika istri atau anak-anak beliau meninggal dunia, adab beliau ketika tidur atau makan, bagaimana ibadah beliau, bagaimana beliau menghadapi musuh-musuhnya baik di dalam peperangan maupun di luar peperangan, bagaimana beliau menghadapi orang-orang Yahudi yang berada di Madinah dan segala hal yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Dan Kita Sebagai Orang Yang Beriman Sudah Seharusnya Mencontoh Beliau Di Dalam Segala Hal
Dan kita sebagai orang yang beriman sudah seharusnya mencontoh beliau di dalam segala hal.
Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah Berkata
Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata,
إِنِ اسْتَطَعْتَ أَلَّا تَحُكَّ رَأْسَكَ إِلَّا بِأَثَرٍ؛ فَافْعَلْ
“Jika engkau mampu menggaruk kepalamu sesuai dengan dalil, maka lakukanlah.”
Artinya Adalah Amalan Kebaikan Yang Telah Dicontohkan Oleh Nabi Muhammad ﷺ Sangat Banyak
Artinya adalah amalan kebaikan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ sangat banyak.
Tentu Saja, Ini Tidak Bisa Ditemukan Di Dalam Ajaran Agama-Agama Lain
Tentu saja, ini tidak bisa ditemukan di dalam ajaran agama-agama lain.
Sungguh Benar Allah ﷻ Berfirman
Sungguh benar Allah ﷻ berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
Dalam Hal Ini Allah ﷻ Telah Membuat Skenario Tentang Kehidupan Nabi Muhammad ﷺ Dengan Skenario Yang Lengkap
Dalam hal ini Allah ﷻ telah membuat skenario tentang kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dengan skenario yang lengkap, baik dari masa kecil hingga beliau ﷺ wafat.
Semua Yang Dibutuhkan Oleh Masyarakat Islam Sudah Ada Pada Amalan-Amalan Yang Telah Dikerjakan Dan Disabdakan Oleh Nabi Muhammad ﷺ
Semua yang dibutuhkan oleh masyarakat Islam sudah ada pada amalan-amalan yang telah dikerjakan dan disabdakan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Bahkan, Dalam Hal Berhubungan Dengan Musuh, Baik Dalam Keadaan Berperang, Mengirim Utusan Atau Damai, Semuanya Nabi Muhammad ﷺ Telah Memberikan Uswah Yang Baik Bagi Umatnya
Bahkan, dalam hal berhubungan dengan musuh, baik dalam keadaan berperang, mengirim utusan atau damai, semuanya Nabi Muhammad ﷺ telah memberikan uswah yang baik bagi umatnya.
Semuanya Telah Lengkap Datang Dari Allah ﷻ
Semuanya telah lengkap datang dari Allah ﷻ.
Firman Allah ﷻ
Firman Allah ﷻ,
لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ
“(Yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan (kedatangan) hari Kiamat.”
Menurut Kaidah Bahasa Arab, Lafal لِمَنْ Berkedudukan Sebagai Badal Yang Menggantikan لَكُمْ
Menurut kaidah bahasa Arab, lafal لِمَنْ berkedudukan sebagai badal yang menggantikan لَكُمْ, sehingga ayat tersebut memiliki makna sebagai berikut:
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu orang yang mengharap pahala dari Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
يَرْجُو اللَّهَ ‘mengharap Allah’ Maksudnya Adalah Mengharap Pahala Dari Allah ﷻ
يَرْجُو اللَّهَ ‘mengharap Allah’ maksudnya adalah mengharap pahala dari Allah ﷻ.
وَالْيَوْمَ الْآخِرَ ‘ganjaran pada hari akhirat’
وَالْيَوْمَ الْآخِرَ ‘ganjaran pada hari akhirat’. Hari itu disebut dengan الْآخِرَ, karena saat itu adalah tahap terakhir dari seluruh kehidupan dan saat itu merupakan hari terakhir, di mana tidak ada hari setelahnya.
Hari-Hari Di Dunia, Selalu Ada Hari-Hari Yang Datang Setelahnya
Hari-hari di dunia, selalu ada hari-hari yang datang setelahnya. Selama ada pagi, siang, sore dan malam, maka akan ada hari yang datang setelahnya.
Namun, Pada Hari Kiamat Tidak Ada Hari Setelahnya
Namun, pada hari kiamat tidak ada hari setelahnya. Hari-hari di dunia telah selesai dan berakhir, tidak ada matahari, rembulan maupun bintang.
Allah ﷻ Berfirman
Allah ﷻ berfirman,
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
“Lalu matahari dan bulan dikumpulkan.”
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ يُكَوَّرَانِ فِي النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ يُكَوَّرَانِ فِي النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya matahari dan rembulan digulung di neraka pada hari kiamat.”
Pada Hari Itu Tidak Ada Hari Lagi Setelahnya, Sedangkan Hari Itu Tidak Berujung
Pada hari itu tidak ada hari lagi setelahnya, sedangkan hari itu tidak berujung.
Iman Kepada Allah ﷻ Sering Digandengkan Dengan Hari Akhir
Iman kepada Allah ﷻ sering digandengkan dengan hari akhir. Sebagaimana disebutkan di dalam banyak ayat yang di antaranya adalah firman Allah ﷻ,
ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”
Kenapa Allah ﷻ Menggandengkan Iman Kepada Allah Dan Hari Akhir Di Dalam Banyak Ayat
Kenapa Allah ﷻ menggandengkan iman kepada Allah dan hari akhir di dalam banyak ayat? Karena beriman dengan hari akhirat inilah yang memotivasi banyak orang untuk beramal