Ayat 200-202
Allah SWT memerintahkan untuk memperbanyak mengingatNya setelah menunaikan rangkaian ibadah. FirmanNya, (sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu). Mereka berbeda pendapat tentang maknanya
Ibnu Jarir dan Tafsirnya
Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Atha’ yaitu seperti perkataan anak kecil ”ayah” “ibu”, yaitu sebagaimana dialek anak kecil untuk menyebut ibu dan ayahnya. Demikian juga kalian ingatlah Allah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah. Demikian pula dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan Ar-Rabi' bin Anas.
Makna Ayat
Yang dimaksud dari ayat ini adalah dorongan untuk memperbanyak mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, Dia meneguhkan dengan firmanNya, (atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu) adalah untuk membedakan maknanya, yang artinya seperti kalian mengingat nenek moyang kalian atau lebih banyak dari itu. Kata “Aw” disini untuk menyempurnakan perumpamaan dalam menyampaikan pemberitahuan, sebagaimana firmanNya, (seperti batu, bahkan lebih keras lagi) (Surah Al-Baqarah: 74), (mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih dari itu takutnya) (Surah An-Nisa: 77), (Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih (147)) (Surah Ash-Shaffat) dan (maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi) (9)) (Surah An-Najm). Dalam ayat ini tidak ada keraguan sama sekali, tetapi itu dimaksudkan untuk menyempurnakan pemberitahuan bahwa hal itu seperti itu atau lebih dari itu.
Berdoa kepada Allah
Kemudian Allah SWT membimbing agar berdoa kepadaNya setelah memperbanyak mengingat kepadaNya, dengan mengharapkan jawaban dariNya, dan mencela mereka yang tidak memohon kepadaNya kecuali untuk urusan duniawi dan dia menghindari urusan akhiratnya. Lalu Allah berfirman, (Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiada baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat) yaitu sebagian saja dan bukan sebuah keuntungan. Hal ini mengandung celaan agar tidak menyerupai orang yang melakukan hal itu.
Doa yang Dianjurkan
Said bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas: “Sebagian bangsa Arab datang ke tempat wukuf, lalu mereka berkata, “Ya Allah, jadikanlah tahun ini adalah tahun hujan, tahun subur, dan tahun kelahiran anak yang baik, dan mereka tidak menyebutkan perkara akhirat sedikitpun. Lalu Allah menurunkan firmanNya tentang mereka, (Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat) dan ada yang datang setelah mereka, orang-orang mukmin, mereka berdoa ("Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"). Lalu Allah menurunkan ayat, (Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitunganNya).
Doa yang Dianjurkan
Oleh karena itu, Allah memuji mereka yang memohon kepadaNya dalam urusan dunia dan akhirat. Dia berfirman, (Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"). Doa ini mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan agar dihindarkan dari segala keburukan. Sesungguhnya kebaikan di dunia meliputi segala sesuatu yang diinginkan dalam kehidupan duniawi, seperti kesehatan, rumah yang luas, pasangan yang baik, rezeki yang melimpah, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, dan pujian yang indah, dan banyak lagi termasuk dalam apa yang diungkapkan oleh para mufasir, dan tidak ada penafian di antara ungkapan itu. Semuanya ini mencakup seluruh kebaikan di dunia. Adapun kebaikan di akhirat itu merupakan sesuatu yang lebih tinggi, yaitu masuk ke surga dan segala hal yang mengiringinya seperti rasa aman dari ketakutan terbesar di padang mahsyar, kemudahan dalam hisab, dan hal-hal lain yang baik di akhirat. Adapun terkait selamat dari api neraka, maka perlu mengusahakan sebab-sebab agar mendapatkan hal itu di dunia, seperti menjauhi sesuatu yang haram dan perbuatan dosa, serta meninggalkan hal-hal syubhat, dan tindakan yang diharamkan. Qasim bin Abdurrahman mengatakan, “Barang siapa yang memiliki hati yang bersyukur, lisan yang banyak berdzikir, dan tubuh yang sabar, maka dia telah diberi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta terhindar dari siksa neraka.” Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits-hadits untuk mendorong agar berdoa dengan doa ini. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, “Nabi SAW biasa berdoa, “Ya Allah, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka”
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.