Surat Al-Kahfi ayat 12
Kedua golongan itu ialah pemuda-pemuda itu sendiri yang berselisih tentang berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu.
ṡumma ba‘aṡnāhum lina‘lama ayyul-ḥizbaini aḥṣā limā labiṡū amadā
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).
Kedua golongan itu ialah pemuda-pemuda itu sendiri yang berselisih tentang berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu.
Kemudian Kami membangunkan mereka kembali dari tidur panjang itu agar tampak ilmu Kami tentang siapa di antara mereka yang benar dalam memperkirakan seberapa lama mereka tertidur.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian Kami bangunkan mereka dari tidur mereka, agar Kami perlihatkan kepada manusia apa yang telah Kami ketahui di masa azali, sehingga bisa diketahui, manakah di antara kedua golongan yang berselisih tentang masa tinggal mereka itu yang lebih tepat dalam menghitung; apakah mereka hanya tinggal sehari, setengah hari, atau dalam masa yang lama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(12) ثُمَّ بَعَثْنٰهُمْ "Kemudian Kami bangunkan mereka," yaitu dari tidur mereka. لِنَعْلَمَ اَيُّ الْحِزْبَيْنِ اَحْصٰى لِمَا لَبِثُوْٓا اَمَدًا "Agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)," maksudnya agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yang lebih tepat dalam menghitung rentang waktu mereka tinggal (di dalam gua).
Sebagaimana Allah berfirman,
وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَاۤءَلُوْا بَيْنَهُمْۗ
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling ber-tanya di antara mereka sendiri…." (Al-Kahfi: 19).
Berkaitan dengan mengetahui berapa lama mereka tinggal terdapat keakuratan dalam menghitung dan pengenalan tentang kesempurnaan kekuasaan Allah, hikmah dan rahmatNya. Seandai-nya mereka terus tidur, maka tidak ada pengetahuan tentang kisah mereka sedikit pun.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
{Kemudian Kami membangunkan mereka} membangunkan mereka dari tidur mereka {supaya Kami mengetahui manakah di antara dua golongan itu} dua golongan yang berselisih tentang lama waktu tidur mereka di dalam gua {yang lebih tepat menghitung} yang lebih tepat {atas berapa lama} lamanya dan batasnya {mereka tinggal
dua golongan yang berselisih tentang lama waktu tidur mereka di dalam gua
{ثُمَّ بَعَثْنٰهُمْ}
{#Kemudian Kami bangunkan mereka.#} (Al-Kahfi, [18:12])
Yakni dari tidur mereka yang lelap itu. Kemudian salah seorang di antara mereka keluar dari gua itu dengan membawa uang dirham perbekalan mereka, untuk mereka tukarkan dengan makanan yang diperlukannya. Perincian tentang hal tersebut akan diterangkan sesudah ini.
{ثُمَّ بَعَثْنٰهُمْ لِنَعْلَمَ اَيُّ الْحِزْبَيْنِ}
{#kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu.#} (Al-Kahfi, [18:12])
Yaitu di antara kedua kelompok yang memperselisihkan tentang lamanya mereka tinggal di gua itu.
{اَحْصٰى لِمَا لَبِثُوْٓا اَمَدًا}
{#yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).#} (Al-Kahfi, [18:12])
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah bilangan mereka. Sedangkan menurut pendapat yang lain adalah lamanya mereka tinggal di dalam gua itu, seperti dalam pengertian kata-kata orang Arab, {#Saba-qal jawādu#} bilamana kuda tersebut telah mencapai garis finis. Kata al-amad ini menunjukkan tujuan, dan makna yang dimaksud dalam ayat ini ialah lamanya masa.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 9-12 ini adalah pemberitahuan Allah SWT tentang orang-orang yang menghuni gua secara singkat, kemudian menjelaskan dengan panjang lebar sesudahnya. Allah berfirman:
((Atau kamu mengira)) wahai Muhammad ((bahwa orang-orang yang menghuni gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan)
yaitu tidaklah perkara mereka mengherankan kemampuan dan kekuasaan Kami, karena sesungguhnya penciptaan langit, bumi, pergantian siang dan malam, penundukkan matahari, bulan, bintang, dan lainnya adalah tanda-tanda yang agung yang menunjukkan atas kekuasaan Allah SWT.
bahwa Allah Maha Kuasa atas semua hal yang Dia kehendaki, tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkanNya. Semuanya lebih mengherankan daripada orang-orang yang menghuni gua.
Adh-Dhahhak berkata, “kahfi” adalah gua yang ada di lembah, dan “ar-raqim” adalah nama lembah itu.
Mujahid berkata bahwa “ar-raqim” adalah nama kitab yang diletakkan di depan bangunan mereka. Sebagian ulama’ berkata bahwa raqim adalah lembah yang padanya terdapat gua tempat mereka.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “ar-raqim” adalah sebuah catatan. Sa'id bin Jubair berkata “Ar-raqim” adalah sebuah prasasti yang tertulis pada sebuah batu yang mereka tulis pada bau itu kisah ashabul kahfi, kemudian mereka meletakkannya di pintu gua.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa “ar-raqim” adalah kitab, kemudian dia membacakan firmanNya ((Ialah) kitab yang bertulis (9)) (Surah Al-Muthaffifin) Ini adalah yang tampak dari ayat itu, dan ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir. dia berkata bahwa “ar-raqim” mengikuti wazan “fa'il” yang maknanya adalah tertulis. Sebagaimana dikatakan terhadap orang yang terbunuh “Qatiil”, dan orang yang terluka disebut “jariih”. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Firman Allah: ((Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (10))
Allah memberitahukan tentang para pemuda yang melarikan diri dengan membawa agamanya dari gangguan kaumnya yang akan memfitnah mereka. Mereka lari memisahkan diri dari kaumnya, lalu berlindung di dalam gua di suatu bukit, agar mereka bisa bersembunyi dari kaumnya. Mereka berkata ketika memasuki gua seraya memohon kepada Allah atas rahmat dan kelembutanNya kepada mereka.
(Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu) yaitu anugerahkanlah kepada kami dari sisiMu rahmat yang dengan rahmat itu Engkau merahmati kami dan menyembunyikan kami dari kaum kami (dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)) berikanlah kami petunjuk ke jalan yang lurus dalam urusan kami ini. yaitu, jadikanlah bagi akibat kami jalan yang lurus. sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Dan segala apa yang Engkau putuskan bagi kami, kami memohon agar engkau menjadikan akibatnya bagi kami jalan yang lurus”
Firman Allah: (Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu (11)) yaitu Kami jatuhkan rasa kantuk yang berat kepada mereka ketika mereka memasuki gua, lalu mereka tidur selama bertahun-tahun (Kemudian Kami bangunkan mereka) yaitu dari tidur mereka itu. Kemudian salah satu dari mereka keluar dari gua itu dengan membawa uang dirham mereka untuk dia tukarkan dengan makanan yang bisa mereka makan. Sebagaimana keterangan tentang itu akan dijelaskan. Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manaakah di antara kedua golongan itu) yaitu di antara kedua kelompok yang berselisih tentang mereka (yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)) DIkatakan, yaitu bilangan. Dikatakan juga yaitu batas akhirnya, dan kata “Al-amad” menunjukkan tujuannya seperti ucapan orang Arab,
kuda itu sudah berlalu ketika telah mencapai batas akhirnya
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian Kami bangunkan mereka Kami buat mereka bangun (agar Kami mengetahui) menyaksikan secara nyata (manakah di antara kedua golongan itu) di antara kedua kelompok yang memperselisihkan tentang lamanya mereka tinggal di dalam gua itu (yang lebih tepat) lebih cocok, lafal Ahshaa ini berwazan Af'ala (mengenai diamnya mereka dalam gua itu) tentang tinggalnya mereka.
Lafal 'Lima Labitsuu' berta'alluq kepada lafal berikutnya (yakni masanya) batas waktunya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian Kami membangunkan mereka kembali dari tidur panjang itu agar tampak ilmu Kami tentang siapa di antara mereka yang benar dalam memperkirakan seberapa lama mereka tertidur.
Tidak ada siapa pun di antara mereka yang dapat menghitungnya dengan tepat, maka mereka pun menyerahkan urusan ini kepada Allah. Hanya Allah yang mengetahui berapa lamanya mereka tinggal di dalam gua itu.
Allah menggunakan kata بَعَثْنَاهُمْ yang maknanya adalah “membangunkan/ membangkitkan” seakan-akan bagaikan kebangkitan dari suatu kematian, karena tidur secara bahasa Arab juga dinamakan dengan kematian. Allah Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ
“Dan Dialah yang mewafatkan kalian di malam hari dan mengetahui apa yang kalian lakukan di siang hari…”(QS Al-An’am: ayat 60), Allah menamakan tidur pada ayat ini dengan wafat, oleh karena itu firman Allah tentang Isa :
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ
“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkan kamu dan mengangkat kamu kepada-Ku…” (QS Ali Imran: ayat 55)
Para ulama berbeda pendapat tentang makna dari مُتَوَفِّيكَ, apakah maknanya adalah mewafatkan beliau nanti pada akhir zaman atau menidurkan beliau lalu diangkat ke langit, oleh karena itu dalam ayat ini bisa bermakna sebagai wafat dan bisa bermakna tidur.
Demikian pula dalam ayat yang lainnya, Allah Ta’ala berfirman:
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى
“Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan mewafatkan jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan…”. (QS Az-Zumar: ayat 42), intinya secara Bahasa Arab tidur bisa disebut juga sebagai wafat, oleh karena itu doa seorang hamba ketika ia terbangun dari tidurnya adalah:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kita dibangkitkan”(53 ), karena tidur memang kematian kecil.
Lalu Allah Ta’ala dalam ayat ini menggunakan kata بَعَثَ sebagaimana dalam firman-Nya:
ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ
“Kemudian Kami membangkitkan mereka…”.(QS Al-Kahfi: ayat 12)
Allah menggunakan kata بَعَثْنَاهُمْ = “Kami bangkitkan mereka” sebagai contoh kecil bahwasanya Allah Ta’ala mampu membuat hari kebangkitan. Jika Allah mampu membangkitkan mereka yang tidur selama 300 tahun lebih, maka Allah pun mampu untuk membangkitkan orang-orang yang telah wafat selama ribuan tahun dan menjadi tulang belulang. Maka ayat ini sebagai suatu tanda bahwasanya hari kebangkitan adalah mudah bagi Allah Ta’ala. Allah berikan bukti kecil pada ayat ini dimana orang yang tertidur selama lebih dari 300 tahun secara logika harusnya tidak bisa bangun namun ternyata Allah berkehendak bahwa orang-orang tersebut tidur selama 300 tahun lebih lalu dihidupkan kembali oleh Allah Ta’ala maka demikian pula pada hari kebangkitan itupun Allah mampu untuk melakukannya. Jika Allah memberi contoh tulang-tulang yang berusia ribuan tahun hidup kembali maka hilanglah fungsi ujian beriman kepada yang ghaib, karena “hari kebangkitan” bukan lagi menjadi suatu yang perlu diimani akan tetapi telah nyata dihadapan mata.
Lalu Allah melanjutkan:
لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا
“… agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu)”.(QS Al-Kahfi: ayat 12)
Allah menyebutkan dalam ayat ini ada dua kelompok yang berselisih tentang berapa lama para “ashabul-kahfi” tersebut tertidur. Sebagian ulama menyebutkan bahwa perselisihan tersebut maksudnya adalah antara “ashabul-kahfi” yang tidur dengan orang-orang di luar “ashlabul-kahfi” yang mereka berselisih tentang “ashabul-kahfi” tersebut tentang tempo mereka tertidur. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa yang berselisih adalah orang-orang diluar “ashabul-kahfi” yang ribut tentang “ashabul-kahfi”. Sebagian ulama menyatakan bahwa yang berselisih adalah “ashabul-kahfi” itu sendiri sesama mereka dimana mereka berdebat tentang waktu mereka tertidur, ketika mereka terbangun sebagian bertanya: “Berapa lama kita tertidur?” sebagian mengatakan : “Satu hari atau setengah hari”, sebagian lagi mengatakan: “Allah yang lebih mengetahui” sehingga Allah bangkitkan mereka agar bisa lebih mengetahui siapa yang lebih tepat hitungan tempo mereka tidur di dalam gua tersebut.(54 )
Yakni Kami bangunkan mereka dari tidur mereka.
لِنَعْلَمَ أَىُّ الْحِزْبَيْنِ(agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu)
Yakni golongan orang-orang beriman dan golongan orang-orang kafir yang saling berselisih tentang masa tinggal mereka dalam gua.
أَحْصَىٰ( yang lebih tepat dalam menghitung)
Yang lebih tepat. لِمَا لَبِثُوٓا۟ أَمَدًا (berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu))
Lama waktu tinggal di dalam gua sambil tertidur.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.