Makna kata
(إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٞ) innallaaha ‘aziiz : “Sesungguhnya Allah Maha Perkasa” yaitu, yang Maha Menang tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya, sampai kapanpun.
(ذُو ٱنتِقَامٖ) dzun tiqaam : pemilik siksaan bagi yang bermaksiat kepada-Nya dan Rasul-Nya.
Makna ayat
Pembahasan ayat-ayat ini masih mengenai tentang hiburan bagi Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin, sedangkan mereka pada saat itu berada dalam kekejaman dan kezaliman orang-orang musyrik. Maka Allah ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wa sallam :
(Fala tahsabanna allaha mukhlif wa'dihi rusulahu) “Janganlah engkau mengira bahwa Allah akan mengingkari janji-Nya kepada Rasul-Nya” sebgaimana Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada Rasul-Rasul-Nya yang terdahulu, Dia juga tidak akan mengingkari janji-Nya kepadamu. Karena Dia pasti akan menepati janji-Nya berupa kemenangan atas musuh-musuhmu, oleh karena itu bersabarlah sebagaimana para Ulul Azmi dari kalangan Rasul, dan janganlah tergesa-gesa atas mereka.
(إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٞ) “Seungguhnya Allah Maha Perkasa” yang Maha Menang, dan tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya, yang Maha Kuasa atas kehendak-Nya, seluruh kehendak-Nya pasti terjadi.
(ذُو ٱنتِقَامٖ ) “Yang memiliki siksaan” yang keras bagi yang bermaksiat kepada-Nya, membangkang dari ketaatan kepada-Nya, dan memusuhi para Wali-Nya.
Pelajaran dari ayat
- Penjelasan mengenai kebenaran janji Allah kepada Rasul-Rasul dan Wali-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.